Praktikum 1Indikator: Konsep & Evolusi Sistem ERPBobot 10%
Menganalisis Evolusi dan Integrasi ERP
Perbandingan proses bisnis bersilo dengan sistem terintegrasi, pemetaan data master terpusat, dan simulasi penanganan pesanan pelanggan end-to-end.
Analisis Masalah Sistem Terpisah: Tanpa basis data terintegrasi, tiap departemen mengelola data sendiri-sendiri sehingga memicu redundansi, inkonsistensi stok, dan keterlambatan laporan keuangan.
Jenis Data
Dibuat Di
Dibutuhkan Oleh
Format Saat Ini
Dampak Kegagalan Integrasi
Pesanan Pelanggan
Departemen Penjualan
Gudang (Cek Stok), Produksi (Jadwal), Keuangan (Faktur)
Spreadsheet
Data pesanan lambat diperbarui; staf keuangan harus mengetik ulang; pengiriman berisiko tertunda.
Stok Barang & Bahan
Departemen Gudang
Penjualan (Janji Kirim), Produksi (Kebutuhan Bahan), Pembelian
Aplikasi Stok Mandiri
Jumlah fisik sering berbeda dengan catatan produksi; marketing menjanjikan barang yang belum siap.
Kebutuhan Bahan & Jadwal
Departemen Produksi
Gudang, Pembelian (Pengadaan), Penjualan
Catatan Manual
Jadwal produksi berubah tanpa terlihat bagian lain; bahan baku berisiko habis di tengah jalan.
Transaksi Keuangan
Departemen Keuangan
Penjualan, Gudang, Pembelian, Direksi
Aplikasi Akuntansi Lokal
Transaksi diketik ulang di akhir bulan; penutupan buku terlambat dan rawan salah input.
Master Pelanggan & Barang
Masing-masing Departemen
Seluruh Departemen Perusahaan
Desentralisasi / Ganda
Kode dan penamaan item berbeda antardepartemen; duplikasi data master memicu kerancuan transaksi.
Kondisi Sebelum ERP (Silo Data)
PENJUALAN
Spreadsheet Pesanan
Catatan pesanan disimpan di file spreadsheet lokal. Janji kirim diberikan berdasarkan perkiraan manual.
(Salin manual via pesan / telepon)
PRODUKSI & GUDANG
Formulir Kertas & Aplikasi Terpisah
Kebutuhan bahan dihitung manual di kertas. Stok gudang tidak sinkron dengan penggunaan riil lantai produksi.
(Kirim nota fisik di akhir bulan)
KEUANGAN
Aplikasi Akuntansi Offline
Staf keuangan mengetik ulang tumpukan transaksi dari seluruh departemen untuk penutupan buku.
Rancangan Setelah ERP (Basis Data Terpadu)
MODUL PENJUALAN
Sales Order Real-Time
Sales Order dibuat di ERP. Sistem otomatis memeriksa stok siap jual (ATP) dan kapasitas produksi.
(Otomatis memicu Production Order & BOM)
CORE ERP DATABASE
Basis Data Terpusat
Master data, stok gudang, dan BOM terhubung langsung. Kekurangan bahan otomatis memicu Permintaan Pembelian.
(Otomatis posting jurnal akuntansi)
MODUL KEUANGAN & SCM
Otomasi Jurnal & Pengadaan
Jurnal piutang dan utang terbentuk otomatis saat barang dikirim atau diterima. Laporan keuangan real-time.
Daftar Master Data ERP: Data master dikelola secara terpusat untuk menjamin satu versi kebenaran data di seluruh lini operasional.
Master Data
Departemen Pemilik
Departemen Pengguna
Atribut Kunci
Fungsi Integrasi ERP
Master Pelanggan
Penjualan
Penjualan, Gudang, Keuangan
Kode Cust, Nama, Plafon Kredit, Syarat Bayar
Memvalidasi batas kredit saat sales order dan sinkronisasi piutang otomatis.
Master Barang & Material
Gudang / Engineering
Seluruh Departemen
Kode Barang, Tipe (FG/RAW), Satuan, Lead Time
Satu sumber kebenaran stok fisik di gudang, WIP, dan barang jadi.
Bill of Materials (BOM)
Produksi
Produksi, Pembelian, Gudang, Akuntansi
Parent Item, Komponen Bahan, Qty per unit
Pondasi perhitungan otomatis kebutuhan material (MRP Engine).
Master Pemasok (Vendor)
Pembelian
Pembelian, Gudang, Keuangan
Kode Vendor, NPWP, Rekening, Syarat Bayar
Mencegah vendor fiktif, acuan PO, dan dasar pencatatan utang usaha.
Chart of Accounts (CoA)
Keuangan
Semua Modul Terkait Transaksi
Kode Akun, Tipe Akun, Saldo Normal
Pemetaan jurnal otomatis dari event operasional (GR, DO, Invoice).
⚡ Simulasi Interaktif
Editor Data Dummy Pesanan (Ubah Bebas Tanpa Database)
Ubah jumlah pesanan pelanggan atau stok awal. Kebutuhan produksi, BOM, dan jurnal piutang otomatis terhitung ulang.
Skenario Simulasi: Pesanan PT Sinar Otomotif
Pesanan: 100 unit @ Rp 150.000 = Total Rp 15.000.000 (Stok Awal K-01: 40 unit, Bahan A: 150 unit, Bahan B: 50 unit)
Tahap Aliran
Modul ERP
Logika Proses Terintegrasi
Hasil Transaksi Sistem
1. Order Entry
Penjualan
Sales Order dibuat. Sistem memeriksa stok siap jual K-01 di gudang.
Kekurangan produksi: 60 unit (Stok 40 direservasi) memicu Production Order.
2. MRP & BOM Explosion
Produksi
Bahan A: 60 × 2 = 120 unit | Bahan B: 60 × 1 = 60 unit
• Bahan A: Mencukupi (Sisa 30)
• Bahan B: Kurang 10 Unit
3. Pengadaan Otomatis
Pembelian
Kekurangan material diterbitkan menjadi dokumen Purchase Requisition.
Terbit PR Bahan B: 10 unit
4. Realisasi Gudang
Gudang
Bahan tiba, produksi selesai, dan pesanan dikirimkan ke pelanggan.
Stok fisik terupdate otomatis real-time.
5. Jurnal Keuangan
Keuangan
Surat Jalan (DO) mengonfirmasi barang diterima pelanggan.
Jurnal Otomatis Terbentuk: Dr Piutang Usaha Rp 15.000.000 Cr Penjualan Produk Rp 15.000.000
Ringkasan Perubahan Stok Real-Time:
Kode Item
Nama Item
Stok Awal
Perubahan Transaksi
Stok Akhir
Status ERP
K-01
Produk Jadi Otomotif
40 unit
+60 (Produksi) - 100 (Kirim DO)
0 unit
Order Terpenuhi
MAT-A
Bahan Baku A
150 unit
-120 (Dipakai Produksi)
30 unit
Stok Tersedia
MAT-B
Bahan Baku B
50 unit
+10 (Beli PO) - 60 (Produksi)
0 unit
Stok Terpakai Pas
Tantangan Individual Dosen: Evaluasi bagaimana arsitektur ERP menangani kondisi perubahan dinamis di lapangan.
1. Stok Bahan Baku Ternyata Kurang
MRP menghitung ulang kekurangan secara otomatis. Status Production Order diubah menjadi "Waiting for Material" dan tanggal janji kirim disesuaikan dengan lead time vendor.
Penyesuaian Jadwal Terjadwal
2. Pelanggan Mengubah Jumlah Pesanan
Sales Order direvisi dengan pembuatan nomor versi baru. Alokasi reservasi stok dan WO produksi dihitung ulang otomatis tanpa menghapus jejak order awal.
Audit Trail Versioning
3. Pembayaran Pelanggan Belum Diterima
Piutang dicatat dalam laporan umur piutang (aging schedule). Sistem otomatis memblokir pesanan baru jika pelanggan melampaui batas plafon kredit (credit limit block).
Credit Limit Block
4. Produksi Mengalami Keterlambatan
ERP memperbarui estimasi selesai, mengirim notifikasi otomatis ke departemen marketing, dan menyediakan opsi pengiriman bertahap (partial shipment).