Desain Arsitektur Tiga Lapis (Three-Tier): Memisahkan Presentation Layer (Klien), Application Layer (Logika Bisnis), dan Data Layer (Database Terpusat) guna menjamin keamanan dan skalabilitas.
TIER 1 • PRESENTASI
100 Pengguna Aktif
70 PC Kantor (LAN) & 30 Laptop Pegawai (VPN + MFA terenkripsi).
Browser / Klien ERP
GATEWAY KEAMANAN
Firewall & Reverse Proxy
Filter port, SSL/TLS Termination, dan Load Balancing ke server aplikasi.
HTTPS :443
TIER 2 • APLIKASI
Server Aplikasi ERP
Cluster server aktif & cadangan (standby) menjalankan logika bisnis dan RBAC.
High Availability
TIER 3 • DATA
Server Basis Data
Menyimpan seluruh transaksi & data master. Hanya bisa diakses server aplikasi.
RAID 10 SSD + WAL
KETAHANAN • RECOVERY
Pencadangan 3-2-1
Snapshot harian lokal (NAS) + salinan cloud terenkripsi di luar lokasi.
RPO: 15m | RTO: 4j
Penyebab Pengguna Gagal Akses Saat Server Aplikasi Gangguan:
Pengguna tidak pernah terhubung langsung ke basis data. Semua permintaan harus melalui Server Aplikasi untuk validasi login, otorisasi peran, dan eksekusi logika bisnis. Jika server aplikasi mati, tidak ada penerjemah transaksi. Inilah titik kegagalan tunggal (*Single Point of Failure*) yang harus dimitigasi dengan redundansi server aplikasi cadangan dan load balancer.
Prinsip Least Privilege & Separation of Duties (SoD): Setiap peran dibatasi hanya pada wewenang tugasnya. Staf non-keuangan dilarang keras memposting jurnal akuntansi.
Keterangan Wewenang: L = Lihat • B = Buat • E = Edit • S = Setujui • P = Posting Jurnal • — = Tanpa Akses
| Peran / Jabatan (Role) |
Penjualan |
Gudang |
Produksi |
Pembelian |
Keuangan |
Pengaturan Sistem |
| Staf Penjualan |
L, B, E |
L (Cek Stok) |
L (Status) |
— |
— |
— |
| Staf Gudang |
L (Kirim DO) |
L, B, E (GR) |
L |
L (PO Masuk) |
— |
— |
| Staf Produksi |
— |
L |
L, B, E |
L, B (PR Bahan) |
— |
— |
| Staf Pembelian |
— |
L |
L |
L, B, E (PO) |
L (Status Bayar) |
— |
| Staf Keuangan |
L (Faktur Jual) |
L |
— |
L (Faktur Beli) |
L, B, E, P |
— |
| Pimpinan / Direktur |
L |
L |
L |
L, S (PO > 5Jt) |
L, S (Lap. Keu) |
— |
| Administrator IT |
— |
— |
— |
— |
— |
L, B, E (User/DB) |
8 Langkah Aliran Data Transaksi Pembelian di ERP: Setiap langkah membawa nomor dokumen digital unik dan jejak audit trail yang tidak dapat dihapus.
LANGKAH 1 & 2
Autentikasi & Verifikasi Izin Peran
Staf Pembelian login. Server aplikasi memverifikasi izin membuat Permintaan Pembelian (PR) dan Pesanan Pembelian (PO).
LANGKAH 3 & 4
Validasi Data & Penyimpanan PO
Staf menginput detail vendor, item, dan harga. Server memvalidasi batas anggaran lalu mencatat ke tabel purchase_orders.
LANGKAH 5
Persetujuan Berdasarkan Batas Nilai
Jika nilai PO > Rp 5.000.000, sistem secara otomatis meneruskan dokumen ke antrean otorisasi Pimpinan.
LANGKAH 6 & 7
Penerimaan Barang (GR) & Otomasi Jurnal
Gudang mengonfirmasi kedatangan barang terhadap nomor PO. Sistem otomatis menambah stok dan menjurnal: Dr Persediaan / Cr Utang Usaha.
LANGKAH 8
Pencocokan Tiga Dokumen (Three-Way Matching) & Arsip
Faktur vendor dicocokkan dengan PO dan bukti GR sebelum tagihan dibayarkan. Data disimpan ke arsip backup terjadwal.