Praktikum 5Indikator: Konfigurasi Modul SCM & Pembelian (MRP)Bobot 10%
SCM & Perencanaan Kebutuhan Material (MRP)
Skenario PT Maju Presisi: Target produksi 300 unit Komponen P-01 (tenggat 6 hari kerja). Bill of Materials, kalkulasi kebutuhan bersih, simulasi penerimaan sebagian barang, dan analisis keputusan keterlambatan pemasok.
Status Simulasi MRP & Pengadaan
Target: 300 Unit Komponen P-01 • Tenggat: 6 Hari Kerja
✅ PR-001 & PR-002 Terbit📦 200 Unit Bahan B Diterima (Stok: 450)
⚡ Simulasi Interaktif
Editor Data Dummy SCM / MRP (Ubah Nilai Bebas Tanpa Database)
Ubah target produksi, BOM, stok, atau lead time di bawah. Kebutuhan kotor/bersih dan status kelayakan otomatis terhitung ulang.
Pesanan Bahan A sebanyak 100 unit yang sedang berjalan dihitung sebagai pengurang kebutuhan bersih karena terkonfirmasi tiba sebelum hari ke-4 (jadwal proses tahap 2). Jika PO tertunda, kebutuhan bersih Bahan A menjadi 500 unit.
Kapasitas Produksi Tanpa Pembelian Baru:
Stok Bahan B (250 unit) hanya cukup untuk 250 ÷ 2 = 125 unit produk.
Stok Bahan A (500 unit) cukup untuk 500 ÷ 3 = 166 unit produk.
Bahan B menjadi pembatas utama yang membatasi perakitan awal maksimal 125 unit.
Kode
Nama Entitas Data Master
Klasifikasi
Stok Fisik
Satuan
Lead Time
Struktur BOM
P-01
Komponen Presisi P-01
Finished Good
0
Unit
2 hari
= 3 RAW-A + 2 RAW-B
RAW-A
Bahan Baku A
Raw Material
400
Unit
4 hari kerja
Pemasok Utama Logam
RAW-B
Bahan Baku B
Raw Material
450
Unit
7 hari kerja
Pemasok Rekanan Kimia
Daftar Dokumen Pengadaan yang Dihasilkan Sistem MRP:
No. Dokumen
Material
Jumlah Pesan
Pemasok Rekanan
Target Tiba
Kesesuaian Deadline 6 Hari
Status
PR-001
RAW-A
400 Unit
PT Sumber Logam Perkasa
2026-10-31
Tepat Waktu (Hari ke-4)
APPROVED
PR-002
RAW-B
350 Unit
PT Reksa Kimia Industri
2026-11-02
Terlambat 1 Hari (Hari ke-7)
APPROVED
Penerimaan Sebagian Barang (Partial Delivery):
Pemasok B mengirim 200 dari 350 unit pada pengiriman awal. Status PO tetap terbuka (*partial*), stok bertambah, dan utang diakui proporsional.
Bahan Baku
Stok Sebelum
Penerimaan Fisik
Stok Sesudah
Sisa PO Terbuka
Dampak Kapasitas Perakitan
Bahan Baku A
400
+100 (PO Lama) + 400 (PR-001)
900 unit
0 (Lengkap 100%)
Cukup untuk 300 unit produk penuh (900 ÷ 3).
Bahan Baku B
250
+200 unit (Sebagian)
450 unit
150 unit masih terbuka
Stok 450 unit cukup untuk merakit 225 unit produk (450 ÷ 2). Sisa 75 unit menunggu kedatangan sisa 150 unit Bahan B.
Perubahan Kondisi: Pemasok Bahan B menginformasikan bahwa pengiriman baru akan tiba dalam 8 hari kerja (padahal produksi harus tuntas dalam 6 hari kerja).
Pilihan Opsi Strategis
Waktu Tiba
Konsekuensi Biaya
Tingkat Risiko
Evaluasi Keputusan
1. Menunggu Pemasok B (8 Hari)
Hari ke-8 (Telat 2 Hari)
Biaya beli terendah, tetapi berisiko denda keterlambatan pesanan pelanggan.
Tinggi: Gagal Tenggat
Ditolak: Menghentikan perakitan dan menimbulkan risiko penalti komersial.
2. Pemasok Alternatif B (Fast Track)
≤ 3 Hari Kerja
Harga lebih tinggi (biaya pengiriman ekspres).
Rendah: Jadwal Terjaga
Direkomendasikan (Split Order): Pesan kuota secukupnya untuk menambal kekurangan.
3. Transfer Persediaan Antarfakultas / Lab
1 – 2 Hari
Hanya biaya angkut logistik internal.
Sangat Rendah
Prioritas Pertama: Lakukan cek ketersediaan material di lab atau pabrik mitra.
4. Produksi Bertahap
Hari ke-1 s/d ke-6
Tanpa tambahan biaya lembur dadakan.
Sedang
Segera Jalankan: Mulai perakitan 125 unit langsung dengan stok yang tersedia (250 unit B).
Keputusan Optimal Manajer SCM:
Mulai perakitan 125 unit pertama memakai stok yang ada di gudang agar kapasitas mesin tidak menganggur. Bersamaan dengan itu, pesan sebagian kebutuhan dari pemasok alternatif (lead time 2-3 hari) untuk menjaga jadwal 300 unit tetap tuntas tepat waktu pada hari ke-6.